RSS

Category Archives: Edisi Galau

I promise

Mom, i know how you feel now, i promise, i’ll give you my best ūüôā

Image

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 25, 2012 in Edisi Galau

 

Proses Site Acuisition dan Civil, Mechanical and Electrical

Koordinat: ¬†7¬į¬†19′¬†55.93″¬†S, 108¬į¬†13′¬†30.26″¬†E. (TASIKMALAYA, JAWA BARAT)

PROSES SITE ACUISITION (SITAC)

No

Nama Proses

Aktivitas

Badan/Orang/

Lembaga Terkait

Tools/Alat Bantu

Perkiraan Waktu

Bukti Dokumen

1 Site Hunting Searching lokasi disertai dengan koordinat GPS, peta lokasi dan situasi lapangan TIM SITAC GPS Garmin, Peta, Data Fasilitas umum. 1-2 Minggu Koordinat yang didapat adalah 7¬į¬†19′¬†55.93″¬†S, 108¬į¬†13′¬†30.26″¬†E.

 

2 Technical Site Survey Report (TSSR) Penyusunan Technical Site Survey Report (TSSR) bagi pelanggan/stakeholder. Drive Test (DT), Technical Site, Pemerintah, Badan Pusat Statistik Tasikmalaya Data Jumlah penduduk lokasi/site, TEMS Investigation, Software DT 2G/3G. 2-4 Minggu Data Jumlah penduduk, Laporan data covering jaringan.
3 Negosiasi Melakukan negosiasi terhadap  Provider-Provider yang ingin membangun BTS menjadi Tower Bersama HRD perusahaan, Negosiator, dan , Public Relation Perusahaan Dokumen site/lokasi pembangunan BTS, Data covering jaringan, Data pelanggan. 2-3 Minggu Dokumen site/lokasi pembangunan BTS, Dokumen Kerjasama pembangunan Tower bersama.
4 Akuisisi Melakukan Akuisisi lahan site  dan pembuatan akta tanah Notaris PPAT & NPAK Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Ijin kepemilikan tanah 1-2 bulan Dokumen Akta Tanah
5 IIjin Warga (Sosialisasi) Melakukan sosialisasi kepada warga sekitar untuk pembangunan Tower/BTS. Mediator, Kepala Desa, Camat, RW, RT, dan Warga, Public Relation Perusahaan Tempat pertemuan sosialisasi perusahaan dengan warga 1-2 Minggu Dokumen keputusan warga setempat terhadap pembangunan BTS/Tower.
6 Perijinan/pengurusan surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Pengurusan surat-surat yang dibutuhkan dalam pendirian BTS. Notaris, Pemerintah setempat, Polisi Dokumen perizinan dari warga, Dokumen Akuisisi lahan. 2-3 Minggu IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

 

PROSES CIVIL , MECHANICAL  DAN ELECTRICAL (CME)

No

Nama Proses

Aktivitas

Badan/Orang/

Lembaga Terkait

Tools/Alat Bantu

Perkiraan Waktu

Bukti Dokumen

1 Perencanaan Kebutuhan Peralatan Sasaran Pekerjaan yaitu pembangunan BTS, Pengecekan Kondisi Medan/Lapangan TIM Survey CME Dokumen site yang telah ditentukan, Dokumen Fasilitas dan Lokasi. 1-2 Minggu Dokumen Koordinat site, Dokumen Ijin Mendirikan Bangunan, Dokumen Akta Tanah
2 Pengadaan Peralatan Melakukan pengecekan alat-alat yang dibutuhkan dalam pendirian BTS

TIM Procurement, Civil Engineer

Data Alat berat, Data Tower

 

1-3 bulan (waktu paralel)

Dokumen peralatan dan Tenaga Kerja dalam Proyek

3 Infrastructure Building Pembangunan Infrastruktur BTS terhadap lokasi/site yang telah ditetapkan TIM CIVIL Engineer, Kontraktor, Tenaga Kerja Tower, Alat Berat, Warehouse/pengadaan barang, 1-2 Tahun (paralel) Koordinat site¬† 7¬į¬†19′¬†55.93″¬†S, 108¬į¬†13′¬†30.26″¬†E,

 

4 Pelaksanaan Additional Equiment untuk Plant Melakukan pembuatan Power Supply/Daya/Listrik, Electrical Equiment (AC, Sensor Temperatur, Alarm, Grounding) dalam pendirian  BTS TIM Mechanical dan Electrical Trafo, Jalur Power dari PLN 4-6 bulan (paralel) Dokumen kontrak dengan pihak PLN
5 Maintenance/ Monitoring Melakukan Perawatan terhadap infrastruktur BTS TIM CME Analisis Report Signaling, Network Security 1-2  Tahun Dokumen Report Sinyal, Report Network Security.

.

 

 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2012 in Edisi Galau

 

TV analog dan TV digital

Selama bertahun-tahun kita hanya tahu bahwa TV menggunakan sinyal analog dan berbentuk tube atau tabung atau CRT (Cathode Ray Tube), yang mana sinyal tersebut menggunakan gelombang radio yang kemudian diterjemahkan menjadi suara dan gambar.

Dan pada beberapa jenis TV analog, gambar menjadi berkedip-kedip dengan kualitas gambar menjadi turun atau tidak jernih. Hal ini karena gambar-gambar analog yang menyatu karena pancaran elektron yang ditembakkan hanya setengahnya saja yang sampai ke layar TV dan TV analog hanya mampu menampilkan gambar dengan besaran resolusi  480 pixel saja sehingga gambar tidak mampu tertampil dalam TV berukuran besar.

Sekarang siaran TV yang mulai digunakan adalah Digital TV (DTV). DTV adalah transmisi sinyal yang menggunakan kode 01. Pada penyiaran on air, DTV dipancarkan menggunakan Ultra High Frequency (UHF) dengan spektrum radio mulai dari 6 MHz. Kualitas gambar sangat jernih meski dalam TV berukuran kecil. Resolusi DTV mencapai 704 pixel sehingga gambar tetap jernih meski tampil pada layar besar. Untuk video, karena dukungan resolusi yang tinggi, maka tampilan gambar per frame tidak akan menghasilkan kedipan. Beda dengan TV analog yang bila dipakai untuk video dan dipaksakan pada layar besar, gambar akan menjadi buram dan terputus-putus. DTV juga mendukung siaran HDTV.

Standar DTV memiliki aspek rasio 4:3 sedangkan HDTV 16:9 (seperti yang dimiliki layar bioskop). Resolusi HDTV bisa mencapai 1921√ó1080 pixel, dan yang terendah adalah 1280√ó720 pixel. Sedangkan pada DTV hanya mencapai 704√ó480 pixel saja. Artinya, jumlah pixel HDTV 10x lebih banyak daripada TV analog. Untuk frame rate, boleh dibilang sama. Namun perbedaan yang paling mencolok adalah TV analog tidak mampu menampilkan resolusi 1920√ó1080 pixel dengan kecepatan 60 fps.

Perbedaan TV Digital dan TV Analog

hanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya, TV kebanyakan di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan

Siaran TV Digital bukan saja selalu mengenai audio dan video tetapi juga data dan dengan TV Digital kita bisa mendapatkan berbagai macam informasi layaknya sebuah internet, berinteraksi serta bahkan bisa bermain game online melalui TV Digital. Setidaknya, hal-hal diatas adalah sebuah gambaran dari sebuah TV Digital

 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2012 in Edisi Galau

 

Jaringan Telekomunikasi Lanjut

  • 4G¬†adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”.¬†Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled
  • Narrowband¬†adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan model lama kecepatan koneksi Internet yang biasa diasosiasikan dengan koneksi dial-up. Narrowband merupakan pita dengan saluran sempit. Dengan kemampuan kecil. Defenisi dari narrowband adalah saluran nirkabel, narrowband menunjukkan bahwa saluran yang digunakan cukup sempit dan respon frekuensi dapat dianggap datar.Narrowband juga dapat digunakan dengan audio spektrum untuk menggambarkan suara yang menempati rentang frekuensi yang cukup sempit.Dalam telepon , narrowband biasanya dianggap untuk menutup frekuensi 300-3400 Hz.¬†Biasanya Narrowband mengacu pada situasi di komunikasi radio dimana bandwidth pesan tidak signifikan melebihi saluran coherence bandwidth. Ini adalah kesalahpahaman umum jika narrowband mengacu ke saluran yang menempati hanya ‚Äúkecil‚ÄĚ jumlah ruang pada spektrum radio.Contoh teknologi yang tergolong narrowband ini:
    1. T-1 pada 1,54 Mps melalui media fiber optik, infra merah, gelombang mikro atau dua pasang kabel
    2. Jalur telepon analog pada 3000 Hz, pada POTS (Plain Old Telephone Service), atau infrastruktur telepon biasa. Untuk memanfaatkan data digital pada teknologi ini ditambahkan perangkat modem, yang berfungsi untuk membawa data dari komputer digital

    BRI ISDN pada 144 kbps. Dua jalur untuk suara dan data, masing-masing pada 64 kbps. Satu jalur untk sinyal 16 kbps.

  • Wireless Access¬†adalah suatu peranti yang memungkinkan peranti nirkabel untuk terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth, atau standar lain. WAP biasanya tersambung ke suatu router (melalui kabel) sehingga dapat meneruskan data antara berbagai peranti nirkabel (seperti komputer atau pencetak) dengan jaringan berkabel pada suatu jaringan. Standar yang diterapkan untuk WAP ditetapkan oleh IEEE dan sebagian besar menggunakan IEEE 802.11
  • WiBro (Wireless Broadband)¬†adalah WiMAX versi Korea Selatan. Teknologi ini dikembangkan oleh para pelaku industri telekomunikasi negeri ginseng tersebut dengan mengadopsi standar IEEE 802.16e. Standar yang diproyeksikan sebagai mobile WiMAX. KT Corporation (Korea Telecom) dan SK Telecom adalah pionirnya dan telah memulai layanan teknologi ini di wilayah Seoul dan sekitarnya pada 30 Juni 2006.
  • Bandwidth Dividen¬†adalah dengan teknologi digital membuat konsumsi lebar pita (bandwidth) menjadi lebih efisien karena penggunaan teknik kompresi pada sistem pemrosesan sinyalnya, sehingga yang pada awalnya 1 (satu) kanal frekuensi radio hanya dapat digunakan untuk menyalurkan 1 (satu) program siaran, dengan teknologi digital dapat digunakan untuk menyiarkan lebih dari 1 (satu) program siaran.¬†Dengan adanya penghematan dalam konsumsi lebar pita (bandwidth) spektrum frekuensi radio, maka akan ada frekuensi radio yang kosong yang ditinggalkan oleh siaran TV analog yang beralih ke siaran TV digital. Fenomena ini disebut sebagai digital dividend, yang akan menjadi perkembangan yang sangat berharga bagi penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang memanfaatkan frekuensi radio, termasuk juga di Indonesia.¬†Digital dividend memiliki arti yang kurang lebih sama, yaitu sesuatu yang berharga yang bisa kita dapatkan untuk investasi pada digitalisasi sistem siaran, khususnya TV [20]. Sesuatu yang berharga tersebut adalah berupa spektrum frekuensi radio. Jadi, digital dividend adalah spektrum frekuensi radio yang tersedia bebas setelah adanya proses peralihan sistem siaran TV analogsecara penuh pada pita frekuensi UHF (Ultra High Frequency) [9]. Yang menjadikan spektrum frekuensi radio hasil dari digital dividend tersebut lebih berharga adalah frekuensi tersebut tersedia dalam rentang pita frekuensi radio 200 MHz s.d. 1 GHz, dimana merupakan pita spektrum frekuensi paling berharga yang merupakan optimasi antara kebutuhan cakupan (coverage) dan lebar pita (bandwidth) yang dibutuhkan. Pita frekuensi dalam rentang tersebut menawarkan keseimbangan antara kapasitas transmisi dan jarak jangkauan aplikasi.
    Dengan adanya digital dividend, spektrum frekuensi radio yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk siaran televisi digital atau aplikasi terestrial lainnya. Sehingga diharapkan dengan melakukan re-alokasi spektrum frekuensi radio secara adil dan seimbang dengan melihat kebutuhan industri siaran televisi dengan industri informasi dan komunikasi lainnya menjamin bahwa masyarakat mendapatkan manfaat sosial dan ekonomi yang maksimal dari digital dividend
 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2012 in Edisi Galau

 

Harapan dan Kenyataan

Kecewa adalah saat harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2012 in Edisi Galau

 

this long distance is killing me..

 
Leave a comment

Posted by on March 6, 2012 in Edisi Galau

 

Homesickness

Homesickness is the distress or impairment caused by an actual or anticipated separation from the specific home environment or attachment objects. РWikipedia

I‚Äôve been struggling for 1 years (just struggling, doesn‚Äôt mean I finally contend with it).¬†Feeling this sick is painful, dealing with it is even much more complicated… ¬†ūüė¶ ūüė•

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2012 in Edisi Galau