RSS

Jaringan Telekomunikasi Lanjut

05 Apr
  • 4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”. Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled
  • Narrowband adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan model lama kecepatan koneksi Internet yang biasa diasosiasikan dengan koneksi dial-up. Narrowband merupakan pita dengan saluran sempit. Dengan kemampuan kecil. Defenisi dari narrowband adalah saluran nirkabel, narrowband menunjukkan bahwa saluran yang digunakan cukup sempit dan respon frekuensi dapat dianggap datar.Narrowband juga dapat digunakan dengan audio spektrum untuk menggambarkan suara yang menempati rentang frekuensi yang cukup sempit.Dalam telepon , narrowband biasanya dianggap untuk menutup frekuensi 300-3400 Hz. Biasanya Narrowband mengacu pada situasi di komunikasi radio dimana bandwidth pesan tidak signifikan melebihi saluran coherence bandwidth. Ini adalah kesalahpahaman umum jika narrowband mengacu ke saluran yang menempati hanya “kecil” jumlah ruang pada spektrum radio.Contoh teknologi yang tergolong narrowband ini:
    1. T-1 pada 1,54 Mps melalui media fiber optik, infra merah, gelombang mikro atau dua pasang kabel
    2. Jalur telepon analog pada 3000 Hz, pada POTS (Plain Old Telephone Service), atau infrastruktur telepon biasa. Untuk memanfaatkan data digital pada teknologi ini ditambahkan perangkat modem, yang berfungsi untuk membawa data dari komputer digital

    BRI ISDN pada 144 kbps. Dua jalur untuk suara dan data, masing-masing pada 64 kbps. Satu jalur untk sinyal 16 kbps.

  • Wireless Access adalah suatu peranti yang memungkinkan peranti nirkabel untuk terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth, atau standar lain. WAP biasanya tersambung ke suatu router (melalui kabel) sehingga dapat meneruskan data antara berbagai peranti nirkabel (seperti komputer atau pencetak) dengan jaringan berkabel pada suatu jaringan. Standar yang diterapkan untuk WAP ditetapkan oleh IEEE dan sebagian besar menggunakan IEEE 802.11
  • WiBro (Wireless Broadband) adalah WiMAX versi Korea Selatan. Teknologi ini dikembangkan oleh para pelaku industri telekomunikasi negeri ginseng tersebut dengan mengadopsi standar IEEE 802.16e. Standar yang diproyeksikan sebagai mobile WiMAX. KT Corporation (Korea Telecom) dan SK Telecom adalah pionirnya dan telah memulai layanan teknologi ini di wilayah Seoul dan sekitarnya pada 30 Juni 2006.
  • Bandwidth Dividen adalah dengan teknologi digital membuat konsumsi lebar pita (bandwidth) menjadi lebih efisien karena penggunaan teknik kompresi pada sistem pemrosesan sinyalnya, sehingga yang pada awalnya 1 (satu) kanal frekuensi radio hanya dapat digunakan untuk menyalurkan 1 (satu) program siaran, dengan teknologi digital dapat digunakan untuk menyiarkan lebih dari 1 (satu) program siaran. Dengan adanya penghematan dalam konsumsi lebar pita (bandwidth) spektrum frekuensi radio, maka akan ada frekuensi radio yang kosong yang ditinggalkan oleh siaran TV analog yang beralih ke siaran TV digital. Fenomena ini disebut sebagai digital dividend, yang akan menjadi perkembangan yang sangat berharga bagi penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang memanfaatkan frekuensi radio, termasuk juga di Indonesia. Digital dividend memiliki arti yang kurang lebih sama, yaitu sesuatu yang berharga yang bisa kita dapatkan untuk investasi pada digitalisasi sistem siaran, khususnya TV [20]. Sesuatu yang berharga tersebut adalah berupa spektrum frekuensi radio. Jadi, digital dividend adalah spektrum frekuensi radio yang tersedia bebas setelah adanya proses peralihan sistem siaran TV analogsecara penuh pada pita frekuensi UHF (Ultra High Frequency) [9]. Yang menjadikan spektrum frekuensi radio hasil dari digital dividend tersebut lebih berharga adalah frekuensi tersebut tersedia dalam rentang pita frekuensi radio 200 MHz s.d. 1 GHz, dimana merupakan pita spektrum frekuensi paling berharga yang merupakan optimasi antara kebutuhan cakupan (coverage) dan lebar pita (bandwidth) yang dibutuhkan. Pita frekuensi dalam rentang tersebut menawarkan keseimbangan antara kapasitas transmisi dan jarak jangkauan aplikasi.
    Dengan adanya digital dividend, spektrum frekuensi radio yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk siaran televisi digital atau aplikasi terestrial lainnya. Sehingga diharapkan dengan melakukan re-alokasi spektrum frekuensi radio secara adil dan seimbang dengan melihat kebutuhan industri siaran televisi dengan industri informasi dan komunikasi lainnya menjamin bahwa masyarakat mendapatkan manfaat sosial dan ekonomi yang maksimal dari digital dividend
Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2012 in Edisi Galau

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: