RSS

Monthly Archives: February 2012

Edisi Narsis

Awalnya malam minggu pergi ke D’cost traktiran ulang tahun Hica eh kepikiran foto cantik sama saudara PA di Jonas. Besoknya capcus ke Jonas Banda untuk foto. Jadi deh foto ini.. šŸ˜€ Narsis dikitlah.. šŸ˜€

 

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on February 27, 2012 in Edisi Galau

 

Jaringan Komputer

Jadi korban kuirikulum baru nih, aku mengulang mata kuliah Jaringan Telekomunikasi krn nilainya jelek, di Jartel harusnya belajar NGN (Next Generation Network) eh taunya pas masuk ketemu OSi Layer. :hammer:

sebenarnya aku masih belum ngerti kenapa jurusan teknik industri harus belajar OSI Layer, harus ngerti konsep IP addres, subnetting, dll.. arrgh pussing.. -____-”

IP address adalah alamat suatu host (contohnya PC), kalau kita analogikan PC adalah rumah, maka IP address adalah alamat rumah tersebut.

Kali ini kita cukup membahas mengenai IP versi 4, pada contoh di atas IP PC-1 di set 192.168.1.1 kalau kita pisah berdasarkan titiknya menjadi :

192.168.1.1

Setiap kolom berisi 8 bit, jadi jika dilihat dalam bit tiap kolom menjadi :

11000000. 10101000. 00000001. 00000001

Sekarang kolom 1 kita beri sebutan dengan octet 1, kolom 2 kita beri sebutan dengan octet 2, kolom 3 kita beri sebutan dengan octet 3, kolom 4 kita beri sebutan dengan octet 4.

Setiap kolom atau yang kita sebut dengan octet memiliki nilai minimum biner 00000000 kalau di konversi ke decimal menjadi 0 dan memiliki nilai maksimum 11111111 kalau di konversi ke decimal menjadi 255, jadi setiap kolom nilainya antara 0-255, tapi khusus untuk octet 1 tidak boleh diisi dengan nilai 0 dan 255.

Kita juga mengenal IP Public dan IP private, sederhananya IP public adalah adalah IP yang digunakan oleh internet sedangkan IP private tidak digunakan oleh internet.

  • Untuk kelas A IP private nya adalah 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255
  • Untuk kelas B IP private nya adalah 172.16.0.0 s/d 172.32.255.255
  • Untuk kelas C IP private nya adalah 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255

Itu alasannya kenapa kita sering menjumpai IP address untuk kleas C 192.168.x.x.

Untuk menentukan kapan kita menggunakan IP class A , B , atau C kita bisa memutuskan berdasarkan jumlah host dan jumlah jaringan yang akan kita buat.

Selanjutnya pada IP address memiliki aturan pengkelasan IP, adapun pengkelasan IP dibagi sebagai berikut:

CLASS

RANGE

keterangan

A

1.0.0.1Ā Ā Ā Ā  s/d 126.255.255.254 Mendukung hingga 16 juta host dengan 127 jaringan

B

128.1.0.1 s/d 191.255.255.254 Mendukung hingga 65 ribu host dengan 16 ribu jaringan

C

192.0.1.1 s/d 223.255.254.254 Mendukung hingga 254 host dengan 2 juta jaringan

D

224.0.0.0 s/d 239.255.255.255 Digunakan untuk grup multicast

E

240.0.0.0 s/d 254.255.255.254 Digunakan sebagai penelitian lanjut
 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2012 in Kuliah

 

Implementasi Softswitch dengan PSTN

Teknologi Softswitch pada dasarnya terletak pada jaringan IP. Konektivitas dengan jaringan PSTN dihubungkan melalui sejumlah gateway. Suatu gateway dapat berupa satu atau lebih peralatanĀ  fisik untuk interworking ke media trafik dan signaling antara jaringan PSTN dan jaringan VoIP. Untuk dapat dihubungkan dengan jaringan SS7, harus ditentukanĀ  STP mana yang akan dijadikan titik interworking dengan jaringan Softswitch. MGC akan diletakkan pada STP-JKT sebagai titik interworking-nya.

Untuk dapat mengimplementasi Softswitch ke jaringan telepon local diperlukan koneksi-koneksi sebagai berikut:

ā€¢ Koneksi akses network PSTN, seperti line analog,DLC dan sirkuit digital yang menghubungkan PBX
ā€¢ Koneksi akses network dengan teknologi packet voice seperti VoDSL
ā€¢ Koneksi trunk network melalui fasilitas digital sirkuit
ā€¢ Sentral trunk yang berhubungan dengan fasilitas jaringan pakett lainnya seperti VoIP dan / atau VoATM

Untuk dapat menggelar service melalui jaringan IP seperti halnya pada jaringan PSTN, diperlukan entitas-entitas baru seperti :

  1. Protokol, seperti Media Gateway Control Protocol (MGCP), Session Initiation Protocol (SIP).
  2. Entitas hardware, seperti Media Gateway (MG), Gatekeepers, Call Agent (CA), dan Media Gateway Controller (MGC).
  3. Link antara komponen softswitch dengan jaringan PSTN.
Teknologi Softswitch pada dasarnya terletak pada jaringan IP. Konektivitas dengan jaringan PSTN dihubungkan melalui sejumlah gateway. Suatu gateway dapat berupa satu atau lebih peralatanĀ  fisik untuk interworking ke media trafik dan signaling antara jaringan PSTN dan jaringan VoIP. Untuk dapat dihubungkan dengan jaringan SS7, harus ditentukanĀ  STP mana yang akan dijadikan titik interworking dengan jaringan Softswitch. MGC akan diletakkan pada STP-JKT sebagai titik interworking-nya.
 
Leave a comment

Posted by on February 21, 2012 in Kuliah

 

Tags:

EVOLUSI SISTEM KOMUNIKASI WIRELESS

Sistem Komuniksi Wireless Generasi Pertama (1G)

Generasi pertama sistem komunikasi Ā wireless mulai dioperasikan di Indonesia awal tahun 1990-an dan dikenal dengan teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) salah satu operatornya adalah PT Komselindo. AMPS digolongkan dalam generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak yang menggunakan teknologi analog dimana AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access).

Dalam FDMA, user dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan dimana setiap user menggunakan kanal sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak boleh ada dua user yang menggunakan kanal yang sama baik dalam satu sel maupun sel tetangganya. Oleh karena itu AMPS akan membutuhkan alokasi frekuensi yang besar. Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang besar.

Sistem Komunikasi Wireless Generasi Kedua (2G)

Generasi kedua dasi sistem komuniksi wireless adalah sistem GSM (Global System for Mobile Communications). Sistem GSM mulai menggeser AMPS diawal tahun 1995, dimana PT Telkomsel dan PT Satelido (sekarang PT Indosat) menjasi dua operator pelopor teknologi GSM di Indonesia.

GSM menggunakan teknologi digital. Ada beberapa keunggulan menggunakan teknologi digital dibandingkan dengan analog, seperti:

  1. Kapasitas sistem yang besar,
  2. Sistem keamanan yang lebih baik dan,
  3. Layanan yang lebih beragam.

GSM menggunakan teknologi akses gabungan antara FDMA (Frequency Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access) yang awalnya bekerja pada frekuensi 900 Mhz dan ini merupakan standard yang pelopori oleh ETSI (The European Telecommunication Standard Institute) dimana frekuensi yang digunakan dengan lebar pita 25 KHz Pada band frekuensi 900 Mhz. Pita frekuensi 25 KHz ini kemudian dibagi menjadi 124 carrier

frekuensi yang terdiri dari 200 KHz setiap carrier. Carrier frekuensi 200 KHz ini kemudian dibagi menjadi 8 time slot dimana setiap user akan melakukan dan menerima panggilan dalam satu time slot berdasarkan pengaturan waktu. Sekarang GSM bekerja pada dual band yaitu frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz.

Teknologi GSM sampai saat ini paling banyak digunakan di Dunia dan juga di Indonesia karena salah satu keunggulan dari GSM adalah kemampuan roaming yang luas sehingga dapat dipakai diberbagai Negara. Akibatnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Kecepatan akses data pada jaringan GSM sangat kecil yaitu sekitar 9.6 kbps karena pada awalnya hanya dirancang untuk penggunaan suara. Saat ini pelanggan GSM di Indonesia adalah sekitar 35 juta pelanggan.

CDMA (Code Division Multiple Access) merupakan standard yang dikeluarkan oleh Telecommunication Industry Association (TIA) yang menggunakan teknologi Direct Sequence Spread Spectrum(DSSS) dimana frekuensi radio 25 MHz pada band frekuensi 1800MHz dan dibagi dalam 42 kanal yang masing-masing kanal terdiri dari 30KHz. Kecepatan akes data yang bisa didapat dengan teknologi ini adalah sekitar 153.6 kbps.

Dalam CDMA, seluruh user menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu yang sama. Oleh karena itu, CDMA lebih efisien dibandingkan dengan metoda akses FDMA maupun TDMA. CDMA menggunakan kode tertentu untuk membedakan user yang satu dengan yang lain. Pada tahun 2002 teknologi CDMA mulai banyak digunakan di Indonesia. Teknologi CDMA 2000 1x adalah teknologi yang mangamai perkembangan yang baikdi Indonesia. Berarti baru diperkenalkan sekitar 7 tahun terlambat dibandingkan dengan GSM. GSM dan CDMA merupakan teknologi digital.

Sistem Komunikasi Wireless Generasi Kedua-Setengah (2.5G)

Pada awalanya akses data yang dipakai dalam GSM sangat kecil hanya sekitar 9.6 kbps karena memang tidak dimaksudkan untuk akses data kecepatan tinggi.Teknologi yang digunakan GSM dalam akses data pada awalnya adalah WAP (Wireless Application protocol) tetapi tidak mendapat sambutan yang baik dari pasar. Kemudian diperkenalkan teknologi GPRS (General Packet Data Radio Services) pertama sekali oleh PT Indosat Multi Media (IM3) pada tahun 2001 di Indonesia.

Secara teoritis kecepatan akses data yang dicapai dengan menggunakan GPRS adalah sebesar 115 Kbps dengan throughput yang didapat hanya 20 ā€“ 30 kbps. GPRS juga memungkinkan untuk dapat berkirim MMS (Mobile Multimedia Message) dan juga menikmati berita langusng dari Hand Phone secara real time. Pemakaian GPRS lebih ditujukan untuk akses internet yang lebih flexibel dimana saja, kapan saja, kita dapat melakukannya asalkan masih ada sinyal GPRS.

Sistem Komunikasi Wireless Generasi Ketiga (3G)

Generari ke-3 dari sistem komunikasi wireless dimulai dengan digunakannya teknologi akses CDMA oleh beberapa operator. Teknologi 3G didapatkan dari dua buah jalur teknologi telekomunikasi bergerak. Pertama adalah kelanjutan dari teknologi GSM/GPRS/EDGE yang dikenal dengan UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) dan yang kedua adalam merupakan kelanjutan dari teknologi CDMA (IS-95 atau CDMAOne).

UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) merupakan lanjutan teknologi dari GSM/GPRS/EDGE yang merupakan standard telekomunikasi generasi ketiga dimana salah satu tujuan utamanya adalah untuk memberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan dengan GRPS dan EDGE. Kecepatan akese data yang bisa didapat dari UMTS adalah sebesar 384 kbps pada frekuensi 5KHz sedangkan kecepatan akses yang didapat dengan CDMA1x ED-DO Rel0 sebesar 2.4 Mbps pada frekuensi 1.25MHz dan CDMAx ED-DO relA sebesar 3.1Mbps pada frekuensi 1.25MHz yang merupakan kelanjutan dari teknologi CDMAOne.

Berbeda dengan GPRS dan EDGE yang merupakan overlay terhadap GSM, maka 3G sedikit berbeda dengan GSM dan cenderung sama dengan CDMA. 3G yang oleh ETSI disebut dengan UMTS (Universal Mobile Telecommunication Services) memilih teknik modulasi CDMA(wideband CDMA). Pada WCDMA digunakan frekuensi radio sebesar 5 Mhz pada band 1.900 Mhz (CdmaOne dan CDMA 2000 menggunakan spectrum frekuensi sebesar 1.25 MHz) dan menggunakan chip rate tiga kali lebih tinggi dari CDMA 2000 yaitu 3.84 Mcps (Mega Chip Per Second).

Secara teknik dalam jaringan UMTS terjadi pemisahan antara circuit switch (cs) dan packet switch (ps) pada link yang menghubungkan mobile equipment (handphone) dengan BTS (RNC) sedangkan pada GPRS dan CDMA 2000 1x tidak terjadi pemisahan melainkan masih menggunakan resource yang sama di air interface (link antara Mobile Equipment dengan BaseStation). HSPDA (Higth Speed Packet Downlink Access) merupakan kelanjutan dari UMTS dimana ini menggunakan frekuensi radio sebesar 5MHz dengan kecepatan mencapai 2Mbps.

Ada 5 operator telekomunikasi di Indonesia yang telah memiliki lisensi 3G (IMT 2000). Tiga diantara operator tersebut adalah operator yang telah memberikan layanan telekomunikasi generasi kedua (GSM) dan kedua setengah (GPRS). Jika operator tersebut akan mengimplementasikan teknologi UMTS maka ada penambahan perangkat seperti base station (Node B) dan RNC (Radio Network Controller) dan upgrade software.

Adapun yang harus di upgrade adalah pada radio akses karena GSM menggunakan metode akses TDMA dan FDMA dan menggunakan frekuensi radio 900KHz dan 1800 MHz sedangkan UMTS menggunakan metode akses WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) dengan frekuensi radio 5 MHz. oleh karena itu perlu penambahan radio access network control (RNC) dan juga perlu penambahan base station WCDMA (Node B) dan tentunya juga terminal harus diganti dan juga upgrade software pada MSC,SGSN dan GGSN.

Oleh karena itu untuk mengimplementasikan UMTS sebagai teknologi generasi ketiga membutuhkan biaya yang besar. Biaya tersebut diperuntukkan untuk membayar lisensi 3G kepada pemerintah, membayar lisensi 3G kepada vendor 3G, biaya penambahan Base Station/Node B, RNC (Radio Network Controller) dan biaya upgrade software pada MSC (Mobile Switching Centre), SGSN(Serving GPRS Support Node), GGSN(Gateway GPRS Support Node) dan jaringan lain.

Salah satu contoh layanan yang paling terkenal dalam 3G adalah video call dimana gambar dari teman kita bicara dapat dilihat dari handphone 3G kita. Layanan lain adalah , video conference, video streaming, baik untuk Live TV maupun video portal, Video Mail, PC to Mobile, serta Internet Browsing.

Sistem Komunikasi Wireless Generasi Ketiga Setengah dan Generasi Keempat (3.5G dan 4G)

Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G. Kecepatan akses tersebut didapat dengan mengguanakan teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier. Di Jepang layanan generasi keempat ini sudah di implementasikan. Di Indonesia sendiri teknologi generasi ke-4 ini sudah mulai diluncurkan dengan konsep dan nama Long Term Evolution oleh PT Telkomsel. PT Indosat sudah juga meluncurkan teknologi dengan kecepatan bisa sampai 42 Mbps.

 

 

 
Leave a comment

Posted by on February 21, 2012 in Kuliah

 

Tags:

Galau

TA itu harus dikerjakan sendiri, bingung sendiri, males sendiri, nangis sendiri, autis sendiri, ngomong sendiri, GALAU sendiri. huaaaaaaa susaaah X_X

 
Leave a comment

Posted by on February 8, 2012 in Edisi Galau

 

Wish

Tuhan, jika Kau izinkan aku ingin lulus sebelum 2012 ini berakhir.. berikan kemudahan penyelesain TA ku ini. Bantu aku biar rasa malas ini berkurang. Berikan hikmat dan kepintaran. Amin

 

 
Leave a comment

Posted by on February 5, 2012 in Edisi Galau